
Keinginan yang satu ini, belum terpenuhi. Bahkan entah kenapa gue seperti melupakannya. Apa karena gue seolah-olah berada di comfort zone (padahal tidak) ya?
Keinginan gue untuk menjadi filmmaker. Pekerja film. Padahal berulang kali gue meeting tentang kerja sama dengan sebuah film. Bahkan kemaren, film layar lebar perdana seorang sutradara yang sering gue baca blognya, tiba-tiba datang ke kantor, dan akhirnya majalah gue bekerja sama eksklusif dengan film yang-mereka-prediksi akan sukses pada Juni nanti itu. Dan beberapa waktu yang lalu, Aksara di Pacific Place jadi saksi pertemuan gue dengan orang-orang Kalyana Shira sehubungan film festival yang akan mereka adakan. Dan, posisi gue belum berubah. Masih belum jadi filmmaker sekalipun gue duduk bareng dengan mbak-sutradara-dan-produser yang semua filmnya selalu gue tonton itu.
Gue suka film. Dan gue sangat berkeinginan untuk menjadi filmmaker. Gue baca buku tentang film. Gue bolos kantor demi ikut workshop film yang gue tunggu selama setahun. Dan gue pernah mendaftar jadi murid di sebuah workshop penyutradaraan di sebuah tempat di bilangan Lenteng Agung -meskipun akhirnya gak jadi karena gue belom siap untuk pindah ke Jakarta saat itu. Dan...gue menulis. Yap, cerpen lebih tepatnya. Yang saat itu gue ragu-ragu dan ternyata diapresiasi dengan sangat besar oleh teman-teman gue, dan juga teman-teman blogger.
Tapi, udah setahun nih gue ga pernah nulis lagi. Mati aja gitu. Kadang kreativitas ga muncul kalo lagi cape ya, hehehe...bukan bermaksud menyalahkan pekerjaan saat ini sih. Tapi ya ternyata emang cukup menyita. Nah... tadi gue meeting lagi. Dengan orang-orang yang bergerak di film independen. Dan ternyata kita pernah ikut workshop yang sama, tapi mereka angkatan diatas gue. Dan gue sangat mengagumi film pendek yang mereka bikin waktu itu, dan memuji abis. Daaaaaaaan, gue meeting aja gitu dengan orang yang bikinnya. Begitu mereka tau gue juga sangat suka film, mereka nyemangatin gue loh! Hehehe...
Seperti sebuah sign ga sih, kalo gue harus berjuang lagi demi keinginan gue untuk menjadi fillmaker. Seperti sebuah pengingat. Yak, suatu hari nanti, gue akan duduk di belakang monitor, dengan memakai headphone, dengan kursi yang bertuliskan "sutradara" dan dengan lantang gue akan berteriak : "ACTIIIIIOOON!!!"
Keinginan gue untuk menjadi filmmaker. Pekerja film. Padahal berulang kali gue meeting tentang kerja sama dengan sebuah film. Bahkan kemaren, film layar lebar perdana seorang sutradara yang sering gue baca blognya, tiba-tiba datang ke kantor, dan akhirnya majalah gue bekerja sama eksklusif dengan film yang-mereka-prediksi akan sukses pada Juni nanti itu. Dan beberapa waktu yang lalu, Aksara di Pacific Place jadi saksi pertemuan gue dengan orang-orang Kalyana Shira sehubungan film festival yang akan mereka adakan. Dan, posisi gue belum berubah. Masih belum jadi filmmaker sekalipun gue duduk bareng dengan mbak-sutradara-dan-produser yang semua filmnya selalu gue tonton itu.
Gue suka film. Dan gue sangat berkeinginan untuk menjadi filmmaker. Gue baca buku tentang film. Gue bolos kantor demi ikut workshop film yang gue tunggu selama setahun. Dan gue pernah mendaftar jadi murid di sebuah workshop penyutradaraan di sebuah tempat di bilangan Lenteng Agung -meskipun akhirnya gak jadi karena gue belom siap untuk pindah ke Jakarta saat itu. Dan...gue menulis. Yap, cerpen lebih tepatnya. Yang saat itu gue ragu-ragu dan ternyata diapresiasi dengan sangat besar oleh teman-teman gue, dan juga teman-teman blogger.
Tapi, udah setahun nih gue ga pernah nulis lagi. Mati aja gitu. Kadang kreativitas ga muncul kalo lagi cape ya, hehehe...bukan bermaksud menyalahkan pekerjaan saat ini sih. Tapi ya ternyata emang cukup menyita. Nah... tadi gue meeting lagi. Dengan orang-orang yang bergerak di film independen. Dan ternyata kita pernah ikut workshop yang sama, tapi mereka angkatan diatas gue. Dan gue sangat mengagumi film pendek yang mereka bikin waktu itu, dan memuji abis. Daaaaaaaan, gue meeting aja gitu dengan orang yang bikinnya. Begitu mereka tau gue juga sangat suka film, mereka nyemangatin gue loh! Hehehe...
Seperti sebuah sign ga sih, kalo gue harus berjuang lagi demi keinginan gue untuk menjadi fillmaker. Seperti sebuah pengingat. Yak, suatu hari nanti, gue akan duduk di belakang monitor, dengan memakai headphone, dengan kursi yang bertuliskan "sutradara" dan dengan lantang gue akan berteriak : "ACTIIIIIOOON!!!"


7 komentar:
insya Allah bisa jadi the next Nia Dinata ya Sis :)
Semoga tercapai cita2nya yha..amin. jangan lupa diniatin yg kuat :D
Miss, dear...
aku jadi ngebayangin kalau someday kita kerja bareng bikin film. Aku tulis cerita, kamu jadi sutradara... hahaha....
haqi: amiiiiiiiiiin, hehehehe...
vivink: amin amin :)
rhein: pa kabar buuuuu?? akhirnya berkunjung juga ke blog gue :p eh iya, someday jadi kenyataan aja gitu ya, hihi...
kalau Siska jadi sutradara, saya mau jadi runnernya ada ndak papa! Kalau ndak ya jadi key gripnya. kalau ndak boleh ya jadi DoP. kalau ndak boleh juga ya jadi Astrada ndak papa deh :| *lho kok ngelunjak*
klo jadi sutradara beneraaan...
gw haruuus jadi Aktor utamanya loooh!!!
kalo gak gw bisa kecewa banget sama loo.....
snaaap...snaaap...snaaaap....
what on earth are you thinking about????
hahahahhhhahaha
goen : iya nih.. :p
bonbon paru: ihhh emang lo bakat?? gue casting dulu kaleeee...paru tropica, gyahahaha!!!
Post a Comment